Showing posts with label Ailem. Show all posts
Showing posts with label Ailem. Show all posts

Thursday, 3 April 2014

Surat buat Ayah

Selasa, 4 April 2000. Hari itu cuaca sedang panas terik. Seorang ayah pergi mengendarai motornya untuk mengecek mobil yang sedang diperbaiki di bengkel. Kemudian seorang anak berumur lima tahunan dengan memakai pakaian dalam, berlari mengejar ayahnya meminta untuk pergi bersama ayahnya. Biasanya si ayah dengan senang hati mengijinkan si anak untuk ikut, tetapi tidak hari itu. Si anak pun mulai menangis dalam diam. Lalu kembali masuk kedalam rumah. Anak itu adalah aku.

Beberapa jam kemudian, ayah pulang diantar dengan mobil oleh pegawai bengkel. Waktu itu ayah mengeluh sakit pada perutnya. Memang ayah punya riwayat penyakit Maag. Dan hari itu sebelum berangkat ke bengkel, ia hanya makan bubur kacang hijau yang dibuat mamak tanpa memakan nasi sebagai pembuka. Waktu itu dirumah hanya ada ayah, mamak, aku dan adikku yang masih berumur 9 bulan, sedangkan kakak dan abang sedang berlibur ke rumah nenek. Aku khawatir dengan keadaan ayah, maka aku bertanya pada mamak berkali-kali tapi tidak ada jawaban. Mamak malah membentakku dan menyuruhku membawa adik masuk kedalam kamar. Kemudian mamak memanggilku kembali. Aku menyuruh adikku untuk tidur saja ditempat tidur dan jangan kemana-mana, saat itu dia mengerti apa yang ku katakan. Ternyata mamak menyuruh aku untuk memanggil tetangga kami yang biasanya membantu menyembuhkan orang dengan pengobatan herbal. Setelah memanggil tetanggaku, aku kembali masuk kekamar. Tanpa tahu apa yang akan mereka lakukan.

Tak berapa lama ambulans datang dan ayah dibawa kerumah sakit bersama mamak dan tetanggaku. Aku menunggu dirumah bersama adikku dengan kecemasan tingkat tinggi. Aku memeluknya erat, saangattt erat. Aku berdoa semoga semuanya baik-baik saja, berharap kekhawatiranku salah.

Setengah jam kemudian aku mendengar suara mobil berhenti didepan rumah kami. Aku bangkit dan berlari keluar dengan riangnya, ingin menyambut ayah yang baru saja pulang dari rumah sakit untuk berobat. Ketika aku membuka pintu rumah, suara ambulans jelas sekali terdengar. Orang-orang yang tinggal dilingkungan kami mulai berdatangan kerumah, dan ayah sedang diangkat masuk kedalam rumah dengan ditutup sehelai kain diatasnya. Tubuhnya tegang dan tak bergerak, hanya melewati aku yang berdiri didepan pintu tanpa menyapaku, hanya diam membisu. Aku melihat satu persatu sanak saudara dengan mata yang memerah memenuhi rumah kami. Orang yang sangat ingin kutemui dan kuminta penjelasan adalah mamak. Ketika telah dapat kulihat sosok itu, aku langsung menghampirinya dan seketika itu juga mamak memelukku kemudian memeluk adikku dan menggendongnya. Mamak menjelaskan keadaan saat itu bahwa ayah tidak lagi bisa bersama kami. Aku melihat ketegaran itu dimata mamak, terlihat air mata yang turun dengan lambat. Selamat jalan ayah. Semoga ayah tenang disana. Sayang ayah.

Ayah, apa kabar? Ayah baik-baik aja kan disana. Kami juga baik-baik aja disini, ayah jangan kuatir ya, mamak hebat loh yah.
Ayah, adek unil bentar lagi UAN, doain ya yah biar dia lulus dengan nilai yang memuaskan. Selama ini dia dapat rangking 2 terus yah, menangin segala macam lomba dan olimpiade juga yah.
Yah, kak dini udah nikah loh yah, abang yang jadi walinya ngengantiin ayah. Hebat ya abang yah, walaupun ijab qabul yang pertama abang tersendat karena teringat ayah, tapi yang kedua lancar yah. Abang juga sekarang udah kerja yah, tapi masih kontrak.
Yah omil sekarang udah kuliah. omil kuliah di fakultas kedokteran yah, tapi bukan pendidikan dokter, maaf ya yah omil nggak bisa jadi ahli forensik yang kayak ayah mau. Tapi nantik omil mau coba psikologi forensiknya yah. Meleset sedikit nggak apa-apa kali ya yah. Yah omil kangen sama ayah, ayah tau tiap hari omil ke kampus omil lewat kantor ayah. Omil jadi mikir, kalau ayah masih ada mungkin omil kekampusnya diantarin ayah kali ya yah.
Yah, akhir-akhir ini setiap jum’at malam omil selalu ngedapatin mamak lagi nangis yah, mamak kangen ayah. Besok paginya mamak cerita mimpiin ayah. Ayah sering-sering datang ke mimpi mamak ya, biar kangennya mamak terobati. Daa ayahhh J
                                                                        Salam sayang


                                                                         Anak ayah

Sunday, 22 December 2013

Happy Mother's Day

Hari ibu diperingati untuk mengungangkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, dan untuk memuji keibuan para ibu. Hari ibu di Indonesia jatuh pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya. Nah berhubung ini hari yang sangat spesial untuk seluruh ibu di nusantara, aku mau berbagi kisah salah satu ibu dari ribuan ibu yang luar biasa, yang tujuannya adalah mengingatkan kita akan jasa besar orang tua, khususnya ibu, terhadap kita anak-anaknya. Check it out!

Aku dilahirkan pada hari dimana orang tengah sibuk melaksanakan upacara kesaktian pancasila. Yaa, hari itu tanggal 01 Oktober. Walau ibu tak bisa memilih untuk melahirkan anak seperti apa, tak tau bahwa anak yang akan dilahirkannya akan jadi apa, tetapi beliau tetap berusaha untuk melahirkan anak itu. Akhirnya ketika jam menunjukkan 10.15, anak itu dilahirkan dengan normal tanpa kurang suatu apapun. Beliau tak pernah tau anak itu akan terus menyusahkannya kelak.

Diawal hidupku, tiga tahun pertama aku benar-benar membanggakannya. Selalu menjadi anak yang penurut dan selalu membuatnya tersenyum. Pola tingkah lucu yang aku perlihatkan seolah selalu berhasil mengusir rasa penatnya dari pekerjaannya dikantor. Sifat ceria yang aku miliki aku dapatkan darinya. Jika kalian juga bertanya bagaimana sifat usil dan jahil yang aku miliki, itu juga aku dapatkan darinya. Sangat ironis, jika kalian membandingkan aku yang dulu dengan aku yang sekarang.

Ibu sebenarnya adalah orang yang paling ceria, yang penuh rasa humor dan sebagainya. Tapi sosok ibu yang seperti itu tak kudapatkan lagi, dan tak kulihat lagi semenjak ayah pergi meninggalkan kami begitu saja. Tak ada riwayat penyakit yang serius, hanya begitu saja Ia meninggalkan kami. Aku mengerti dan aku tau itu sebab mengapa ibu berubah menjadi sosok dingin yang sangat aku benci. Itu semua karena Ibu kehilangan separuh jiwanya. Sosok laki-laki yang melindunginya. Tempatnya berbagi suka dan duka.

Mungkin hanya aku satu-satunya orang yang membenci ibu mereka. Aku benci ibu yang hampir tak punya waktu lagi untuk bersama kami, ibu hanya fokus dengan pekerjaannya. Rasa benci itu aku luapkan dengan perilaku pemberontakan kecil-kecilan. Malas membantu ibu dirumah, malas belajar, malas sekolah, hingga aku malas melihat muka beliau. Memang, aku lah si anak durhaka itu, yang nantinya akan menemani patung malin kundang. Peran utama dari cerita dongeng yang sangat terkenal itu.

Cukup lama aku hidup dengan membenci ibuku, sampai akhirnya kini menjelang masa pensiunnya. Aku baru mengerti bahwa kerja kerasnya selama ini hanya untuk kami. Tak pernah aku melihat ibu menghamburkan uang untuk kesenangan pribadi. Ibu pasti akan lebih mendahulukan kebutuhan kami. Aku baru paham mengapa selama ini ibu menghabiskan waktunya untuk bekerja bukan dengan kami anak-anaknya. Aku kini tau sulitnya menjadi Ibu yang terpaksa mengambil peran sebagai Single Parent. Semua itu dilakukannya bukan hanya untuk menghidupi kami saja, tetapi juga agar kami dapat merasakan manisnya pendidikan hingga jenjang Perguruan Tinggi.


 Berjuta maaf takkan bisa menghapus semua kesalahan yang telah kuperbuat bu. Maaf jika sampai saat ini rasa benci itu masih sering singgah dihati yang kotor ini. Maaf atas segala perbuatan yang membuat luka di hati ibu. Terima kasih yang sebesar-besarnya ku ucapkan padamu ibu Tati Suarni yang selama ini selalu sabar mendidik dan membimbing kami ke jalan yang benar. Ibu, kau berhasil menjadi wanita paling setia didunia ini. Kau sanggup merasakan susahnya menghidupi keluarga tanpa berfikir untuk mencari pendamping. Rasa benci ini sekarang berubah menjadi cinta yang sangat mendalam. Nan jeongmal saranghaeyo eomma.
  
Teringat sebuah kalimat yang sangat menyayat hati. "Jangan sekali-kali melakukan atau mengatakan sesuatu yang bisa melukai hati ibu, karena dengan perkataan ataupun perlakuan itu dapat mengurangi umur ibu kita". Entahlah, aku belum memastikan kalimat itu benar atau tidak. Tapi setidaknya kalimat itu bisa mencegah kita untuk tidak melakukan atau mengatakan hal yang dapat menyakitinya.
Happy Mother's Day Mom <3 :D :*



Friday, 20 December 2013

I Wish . . .


Masa Depan. Satu kata itu bisa bikin orang mikir sampai berhari-hari lamanya bahkan bertahun-tahun. Pasti yang kebayang adalah bagaimana diri kita di masa depan, akan jadi apa kita nanti, dan sebagainya. Aku juga dulu seperti itu, jika ditanyakan mengenai masa depan maka aku akan segera mengambil posisi senyaman mungkin dan mulai lah pikiran ini menari-nari di awang-awang. Tapi tidak jika ada yang menanyakannya padaku saat ini. Aku sudah merancang masa depanku. Walaupun entah bagaimana aku bisa mencapainya, tapi paling tidak aku sudah memiliki impian dan sudah kurancang impian itu. Impianku adalahhhhh *to be continued

#1 A Wedding Organizer

 

Wedding Organizer itu suatu jasa khusus yang tujuannya membantu calon pengantin dan keluarga dalam perencanaan dan supervisi pelaksanaan rangkaian acara pesta pernikahan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Menurut aku pernikahan itu adalah sesuatu yang sakral, yang pada rerata orang itu terjadi hanya satu kali seumur hidup, nahh karena itu aku inginnya sih membuat hal sakral ini menjadi berkesan hingga terkenang sepanjang masa *blushing
Semoga terkabul *Amiiiiiinnn *prayforme

 #2 Employees At Walt Disney


Karyawan di Walt Disney terlebih divisi Taman Hiburannya, lumayan kan bisa liburan gratis. Nanti kalau lagi bosan sama kerjaan atau stress karena terus-terusan dapat deadline dari perusahaan, aku tinggal refreshing ke taman hiburannya dan kalau bisa iseng-iseng coba pakai salah satu kostum badut koleksinya Walt Disney. Selain itu, alasan kenapa aku mau kerja disana adalah gajinya yang bisa nutupin plus beli mulut-mulut orang yang ngeremehin aku dulu *skeptis *hahahahaha

#3 Volunteer in Indonesia


Impian yang selanjutnya adalah ingin jadi relawan yang berbakti dan berguna buat negeriku sendiri.

#4 Succesful Aging








#5 Mati Masuk Surga
 

#6 Nikah Muda

Impian ini dibatalin dehh, karena berhubung nikah muda terlalu banyak resiko yang akan ditanggung, seperti emosi yang masih labil, kesiapan, kemapanan, dan juga kematangan yang belum cukup.


Semoga aja apa yang udah ditulis hari ini bisa terkabul dan bisa terjalani dengan baik jalan yang akan aku lewati itu *Amiiiinnnn
Ini impianku, mana impianmu? ;)