Tuesday, 22 December 2015

Mom's Day

When I need motivation
My one solution is my queen
'Cause she stay strong
She is always in my corner
Right there when I want her……


Selamat hari mamak untuk seluruh ibu didunia ini, especially for the gorgeous lady in my world. Xoxo
Terimakasih karena telah sabar menjagaku selama 9 bulan didalam perut, merawat hingga jadi “besar” seperti ini, melindungi dan menopang penuh kehidupanku. Mendidik dan membimbing menjadi manusia yang jauh lebih baik dari hari ke hari, termasuk melindungiku dari boneka beruang besar dengan cara menutupi kedua matanya dengan kain putih, love you so mom :*

Terimakasih selalu menenangkan dengan pelukan ketika magrib-magrib pulang sambil menangis sejadi-jadinya, menepuk bahu yang lelah dengan beban TA ini mak, terimakasih selama penyelesaian TA selalu menemani tidur malam supaya kalo nangis lagi bisa dipeluk. Nggak tau harus berkata apa-apa lagi di salah satu hari yang istimewa ini. Ada satu kata yang belum pernah aku bilang ke mamak langsung, omil sayang mamak, sincerely love you mom. Xoxo

Sunday, 11 October 2015

Hadiah yang Tertunda

..Pintu kamar berderit, langkah kaki berat mendekat ke arah ku, saat itu aku sedang tidak diatas tempat tidur melainkan duduk didepan meja belajar. Langkah kaki tersebut semakin mendekat, daaaaaan, boooom sebuah benda empuk dibungkus kertas mendarat tepat didepan kepalaku..
Pagi ini setelah dibangunkan untuk shalat subuh, aku dengan langkah berat menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, kemudian shalat. Setelah selesai shalat dan menyadari hari ini adalah hari minggu aku pun memutuskan untuk kembali tidur, namun mata ini tak kunjung terpejam maka aku pun menghidupkan laptop untuk menonton serial sejarah salah satu nabi idolaku.
Jam menunjukkan pukul 8.30 WIB, diluar kamar suara gaduh sudah terdengar, biasaaaa, hari libur begini abang sudah mengisi spot didepan televisi untuk menonton. Mamak juga tak kalah gaduh lantaran hari ini ada tetangga yang akan melaksanakan akad nikah sehingga makin lengkap saja kegaduhan dirumah. Ya, lengkap sudah, karena sekarang rumah hanya terisi dengan 3 orang saja.
Aku pun memutuskan menyudahi aktivitas “leha-leha” ku. Saat keluar kamar, ku lihat ruang tengah sangat berantakan, aku pun menjelajahi seluruh rumah sebelum akhirnya menyetrika alas meja. Waaaahhh luar biasa berantakan rumah hari ini, dapur yang paling berantakan akibat pertarungan mamak dan kuah plik’ semalam.
Aku memilih menyetrika alas meja terlebih dahulu karena dugaan kuat penyebab ruang tengah amat sangat berantakan adalah karena penghuni meja sudah bertebaran di lantai meminta untuk dikembalikan lagi ketempatnya. Satu persatu kukerjakan hingga selesai dan hingga rumah sudah masuk kategori lumayan rapi dan bersih. Kemudian mamak pun pulang dan duduk di "singgasana"nya. Sembari duduk mamak memintaku untuk mengantarkan sedikit makanan ke asrama si bungsu dan memintaku untuk menemaninya membeli beberapa “kebutuhan sekolah” katanya.
Abang kemudian memotong suruhan mamak dan menawarkan diri untuk melakukannya, dengan syarat aku yang kebagian tugas untuk mengantar makanan kerumah kakak yang tidak jauh dari rumah kami. Haaah, aku lega karena sebetulnya aku masih sangat lelah dengan pekerjaan tadi. Setelah mengantarkan makanan aku langsung pulang dan kembali duduk di meja belajar sambil browsing & streaming dan sambil sesekali membaca jurnal tentunya.
Dua jam kemudian pintu pagar menjerit dan suara motor pun mendekat, ah pasti itu abang pulang. Suara motor hilang berganti dengan suara kunci pintu terbuka dan suara gerakan hilang. Mungkin abang langsung masuk kekamarnya pikir ku. Namun kemudian pintu kamarku berderit, langkah kaki berat mendekat ke arah ku, saat itu aku sedang tidak diatas tempat tidur melainkan duduk didepan meja belajar yang membelakangi pintu. Langkah kaki tersebut semakin mendekat, daaaaaan, boooom~ sebuah benda empuk dibungkus kertas mendarat tepat didepan kepalaku. Ahhh ini hadiah yang tertunda. Pantas saja tadi abang menawarkan diri, ternyata mereka telah merencanakannya. Thankyou sisters-brother XOXO


Wednesday, 30 September 2015

Once Upon A Time. . . . .

Hitungan beberapa jam lagi umurku akan bertambah. Hal ini lantas tak membuatku “bagai kacang lupa kulit”, terimakasih yang teramat sangat besar untuk Allah Swt yang masih mengijinkan aku untuk terus memperbaiki diri, terimakasih teramat besar untuk kedua orangtua yang sudah bersedia menjaga dan merawatku sejak masih dalam kandungan hingga aku se-”besar” ini. (Hahahahahah, jayus amat).

Malam ini setelah dapat traktiran makan untuk double hari lahirnya “sister and brother-in-law” kita semua ngumpul diruang tengah cerita-cerita tentang gimana awalnya seonggok tulang dan daging yang bernama “Yaumil Khairiyah” ini lahir dan bertumbuh. Dan aku baru nemuin satu kepingan puzzle baru.
Selain kronologis kelahiran yang aku tuangkan dalam biografi, fakta lainnya adalah kelahiranku lebih cepat satu minggu dari yang telah diprediksikan dokter kandungan, kemudian potongan lainnya yaitu proses lahiran yang tidak terlalu lama yaitu satu jam setengah, 8.45-10.15. Jadi tepatnya, Yaumil Khairiyah lahir 01 Oktober 1994 pada pukul 10.15. Anak ketiga dari empat bersaudara, “si peacemaker”.

Kemudian cerita berlanjut dengan “sosok ayah yang saat ini amat sangat kurindukan itu” yang sangat menyayangiku. Yaaaah, layaknya seorang ayah yang teramat sangat jatuh cinta pada anak perempuannya. Beliau tak pernah rela meninggalkanku (kebetulan beliau tugas diluar daerah saat itu), ketika weekend  tak banyak kerjaan beliau berusaha melakukan perjalanan puluhan jam pulang-pergi dari kota-ke kota lain hanya untuk meluangkan waktunya untuk aku dan kedua saudaraku.

(tetiba meeeeelo~ gitu) aku masih ingat jelas “berantem” kita ayah, gigit-gigitan tangan. Aku yang dulunya si “anak bersih”, suka risih sama air ludah bekas gigitan, jadi sebisa mungkin menghindari gigitan ayah. Masih ingat jeritan aduan aku ke mamak “maaaaaakkkk, bapak gigit-gigit omil ni maaaaak”, jeritan minta pertolongan. (ya Allaaaaaah, rinduuuu *hiks)

Terimakasih untuk hadiah seumur-hidup yang mamak-bapak kasih.

Sunday, 9 August 2015

Kreesss! Part II

“Kreess!” satu kata yang mengartikan banyak hal. Lagi aku merasakan kegaringan itu ada dalam hubungan ini. Setelah banyak waktu yang terlewat dan tak lagi kami habiskan bersama, membuat kata itu akhirnya muncul lagi naik hingga permukaan teratas dan paling tipis. Kini keberadaan kata itu bak "telur diujung tanduk" itu yang kebanyakan orang bilang.

Kebenarannya adalah tak perlu bertemu sesering mungkin dan bukan itu yang aku mau, hanya saja aku membutuhkan penghargaan untuk sebuah penantian. Itu intinya! Tapi ntahlah, aku malah yakin, kau pun punya sudut pandang tersendiri mengenai sebab musabab kegaringan ini.

Biarlah kali ini kita menyerah pada takdir. Mungkin kegaringan ini akan segera menemui akhirnya.

Monday, 18 May 2015

Ini Pengakuan Itu

Bagaimana caranya minta maaf tanpa benar-benar meminta maaf?
Bagian cerita yang saat ini sedang aku baca tidak sedikit pun memiliki unsur sedih yang dapat memancing keluarnya cairan bening dari mata. Tapi mata ini terlalu panas untuk menahan cairan itu. Entah apa yang memancingnya untuk keluar.
Mungkinkah dipengaruhi suasana malam ini? Pertengkaran kecil itukah yang memancingnya? Ya, pertengkaran kita. Pertengkaran yang aku yakini seluruhnya kesalahan ada padamu. Namun setelah berpikir ulang, menurutku kau tidak melakukan hal yang salah, terkecuali salah ketika telat melakukan sesuatu. Selain itu, tidak ada kesalahan yang kau buat. Aku terlalu memaksa diri untuk buta, untuk tidak melihat kenyataan itu. Terlalu egois untuk mengakui akulah yang salah. Namun yang aku lakukan hanyalah bersikeras bahwa kaulah sumber kesalahan dari pertengkaran kecil itu.

Kini aku menanyakannya padamu, bagaimana caraku untuk meminta maaf tanpa benar-benar meminta maaf? (Za)

Thursday, 30 April 2015

Untuk Kita

Telah sampai masa kita untuk berjuang meraih impian kita yang sedang mereka gantung. (especially for you, iyaa, untuk kita yang sedang berusaha)
Promise yourself—
v  To be so strong that nothing can disturb your peace of mind.
v  To talk health, happiness and prosperity to every person you meet.
v  To make all your friends feel that there is something in them.
v  To look at the sunny side of everything and make your optimism come true.
v  To think only of the best, to work only for the best and to expect only the best.
v  To be just as enthusiastic about the success of others as you are about your own.
v  To forget the mistakes of the past and press on to the greater achievements of the future.
v  To wear a cheerful countenance at all times and give every living creature you meet a smile.
v  To give so much time to the improvement of yourself that you have no time to criticize others.

v  To be too large for worry, too noble for anger, too strong for fear, and too happy to permit the presence of trouble (Seligman, 1912)

Thursday, 23 April 2015

Bedakan "ajok" dengan tegas!

Buat  kamu yang merasa..
Bukan sekali ini perlakuan itu aku terima, dan sebenarnya bukan aku saja yang pernah merasakannya. Semua orang yang terlibat denganmu juga pasti merasakan hal itu. Janji yang sudah diucap usahakan untuk mengingatnya, sehingga tidak ada janji yang tumpang tindih, kalaupun janji dadakan muncul, cobalah untuk menimbang dan mengukur penting tidakkah, duluan siapa yang buat janji, atau apapun itu.

Ini bukan “ajok” yang seperti dikatakan. Ini hanya sebuah ketegasan bahwa ngerasain dikecewain itu nggak enak!

Saturday, 18 April 2015

Uninvited

Bilangan 0 menuju bilangan 1 haruslah melewatkan bilangan-bilangan sebanyak 0.365 bilangan. Hanya tersisa 0,81 bilangan saja untuk bilangan 0 dapat menjadi bilangan 1.
Kau tau? Betapa sulitnya bilangan 0 menuju bilangan 1. Banyak bilangan yang harus dilewatinya. Bilangan yang bukan satuan bahkan puluhan, namun ratusan. Bukan saja keringat maupun airmata yang dikeluarkan, bahkan darah pun ikut menetes saat bilangan 0 berusaha keras untuk menjadi bilangan 1.
Butuh waktu 9 bulan agar calon bayi yang berawal dari embrio untuk menjadi bayi mungil nan imut. Butuh 60 detik untuk menit berganti menit, 60 menit untuk jam berganti jam.
Waktu. Waktu adalah rangkaian proses yang sedang berlangsung. Proses dimana perubahan-perubahan besar akan terjadi. Perubahan yang akan mengubah sesuatu yang tidak berharga menjadi berharga, yang tak terhitung menjadi perhitungan. Seperti bilangan 0.

Namun, tak perlu lah menawarkan sisa bilangan 0,81 jika tak membutuhkannya.

Monday, 2 February 2015

penting-ga-penting-sih

Terlalu banyak hal yang mampir di pikiran dan meminta untuk dipikirkan. Namun, sang pemikir enggan memikirkan pikiran-pikiran tersebut sehingga batin ini menjadi terbebani.
Itu adalah kondisi dimana hati dan pikiran tidak sejalan. udah segitu aja.


Thursday, 1 January 2015

This is THE END

ATTENTION PLEASE!
Tulisan ini buat kamu yang selama ini menyaksikan episode-episode dari kisah yang sama sekali tak layak ditonton. Kami sebagai pemeran utama dalam drama ini sadar betul drama kami jauh dari kelayakan untuk disaksikan bahkan untuk ditiru. So, jangan ditiru ya!


Drama ini mengisahkan dua orang yang menderita virus merah jambu dan menikmati virus itu dalam kesehariannya. Penonton-penonton fanatik mengharapkan kisah yang penuh romantisme dan dramatisme. Penonton terbawa emosi ketika menyaksikan drama ini. Ada yang tersenyum-senyum menyaksikannya, ada yang mengomentari, bahkan ada yang mencibir, tak mengapa.
Seperti drama pada umumnya, drama kami pun hanyalah fiktif belaka yang disetting agar tampak nyata. Tujuannya adalah *searchnotresponding*.
Hmmm…ya,  kami sebagai pemeran utama pun bahkan tak tau apa tujuannya. Setidaknya drama ini dapat banyak pelajaran.
Thanks a lot for my partner in crime, T. Riki Azhari. Terima kasih atas waktu dan kesempatannya untuk berkenan turut mengambil peran dalam drama ini. Setidaknya drama ini cukup mengesankan dan menyenangkan karna kamu. Selain mengucapkan terima kasih, aku juga HARUS mengucapkan maaf karna aku rasa orang-orang mulai merendahkanmu hanya karna kesalahpahaman dan drama ini.

Akhir kata, TERIMA KASIH dan MAAF atas segala kekurangan dan kelebihan yang menutupi kekurangan itu. Semoga lain kali bukan hanya sekedar drama.