Bunyi weker yang sangat nyaring itu kini
membangunkanku di pagi yang dingin ini. Hawa dingin seakan berebut masuk
kedalam tulang-tulangku dan singgah sebentar disana. Merasakan hangatnya tulang
dan persendian yang dialiri literan darah hangat. Tubuh pun melemas seakan
minta jatah istirahat lebih panjang, tetapi si pemilik tubuh ini tidak ingin
menumpuk kerjaan dikantor yang beresiko di omeli oleh atasan berjam-jam lamanya.
Aku pun bergegas berangkat ke kantor dengan waktu
yang tersisa hanyalah 30 menit,sedangkan jarak dari rumah ke kantor adalah 25
menit jika macet disana-sini. Aku tidak punya waktu untuk sarapan. Jadi aku
menggunakan 5 menit yang tersisa untuk pergi ke supermarket yang berada dekat
dengan kantor untuk membeli beberapa roti
Setelah sampai di supermarket aku langsung
mengambil roti-roti yang telah tersedia di rak-rak roti tanpa memilah-milah
terlebih dahulu. Setelah mengambil roti-roti tersebut aku pun segera berlari ke
kasir untuk membayar. Takut antrian dikasir menjadi panjang. Di kasir hanya ada
dua orang yang sedang mengantri. Aku berada diantrian yang ketiga. Satu lagi
orang yang sedang mengantri, setelah itu giliranku. Belanjaannya tidaklah
banyak, tetapi orang itu kehilangan dompetnya sehingga aku pun harus sabar
menunggu sedikit lama. Masih kesal dengan orang didepanku ini, aku memutar
kepala mencari hiburan melihat sekeliling. Tak sengaja mataku mendapati sebuah
dompet berbahan kulit, berwarna coklat tua didekat rak perlengkapan kecantikan.
Aku pun mengambil dompet itu dan memberikannya kepada karyawan supermarket yang
sedang berada didekatku lalu kembali ke antrian kasir. Karyawan itu kemudian
mengangkat dompet itu tinggi dan bersuara keras perihal si empunya dompet itu. Orang
yang berada didepan ku bergeming dari tempatnya dan mendatangi karyawan
tersebut. ternyata dompet itu milik lelaki yang mengantri didepanku. Aku bersyukur
karena telah memungut dompet itu tadi, alhasil lelaki tadi selesai membayar,
sehingga giliranku membayar tiba juga. Setelah membayar belanjaan, aku segera
menuju ke kantor dengan kecepatan super tinggi.
Sesampainya dikantor, ternyata ruanganku sepi. Dimana
anggota tim-ku. Kesal pun singgah, sebab pengorbananku menghabiskan tenaga
untuk bergegas ke kantor sia-sia.
Tiba-tiba aku dikejutkan oleh suara letusan bom
versi kecil yang tidak mengeluarkan asap tetapi mengeluarkan ribuan potongan
kecil kertas warna-warni. Lalu diikuti dengan segerombolan orang yang ternyata
adalah anggota tim-ku. Entah apa yang sedang mereka lakukan. Hari ini bukan
ulang tahunku. Setelah bangun tidur aku terbiasa melihat kalender untuk
memastikan hari ini bukan hari libur. Pernah suatu hari aku tidak melihat
kalender sebelum berangkat ke kantor, dan akhirnya aku mendapati jalanan sepi
dan kantor kosong. Hanya ada beberapa petugas keamanan yang berlalu-lalang. Maka
dari itu aku tidak pernah sekalipun melewatkan melihat kalender sebelum
berangkat ke kantor. Dan aku sangat yakin hari ini bukanlah hari ulang tahunku.
Lalu teman kantorku yang juga anggota tim, Kisha, memberi ucapan selamat. Aku Semakin
yakin mereka salah hari. teman-teman lainnya kini juga ikut memberondongku dengan ucapan selamat tanpa perduli dengan tatapan kebingunganku. orang terakhir yang mengucapkan selamat si anak magang yang akhirnya membuat aku benar-benar bingung. "selamat ya kak, duhh bahagianya seandainya aku juga dilamar sama mr.
perfect”ucapnya tanpa dosa. Mr. perfect? Siapa? Patra? Tapi patra kan sedang
ada pertemuan diluar negeri....
