Sunday, 22 December 2013

Happy Mother's Day

Hari ibu diperingati untuk mengungangkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, dan untuk memuji keibuan para ibu. Hari ibu di Indonesia jatuh pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya. Nah berhubung ini hari yang sangat spesial untuk seluruh ibu di nusantara, aku mau berbagi kisah salah satu ibu dari ribuan ibu yang luar biasa, yang tujuannya adalah mengingatkan kita akan jasa besar orang tua, khususnya ibu, terhadap kita anak-anaknya. Check it out!

Aku dilahirkan pada hari dimana orang tengah sibuk melaksanakan upacara kesaktian pancasila. Yaa, hari itu tanggal 01 Oktober. Walau ibu tak bisa memilih untuk melahirkan anak seperti apa, tak tau bahwa anak yang akan dilahirkannya akan jadi apa, tetapi beliau tetap berusaha untuk melahirkan anak itu. Akhirnya ketika jam menunjukkan 10.15, anak itu dilahirkan dengan normal tanpa kurang suatu apapun. Beliau tak pernah tau anak itu akan terus menyusahkannya kelak.

Diawal hidupku, tiga tahun pertama aku benar-benar membanggakannya. Selalu menjadi anak yang penurut dan selalu membuatnya tersenyum. Pola tingkah lucu yang aku perlihatkan seolah selalu berhasil mengusir rasa penatnya dari pekerjaannya dikantor. Sifat ceria yang aku miliki aku dapatkan darinya. Jika kalian juga bertanya bagaimana sifat usil dan jahil yang aku miliki, itu juga aku dapatkan darinya. Sangat ironis, jika kalian membandingkan aku yang dulu dengan aku yang sekarang.

Ibu sebenarnya adalah orang yang paling ceria, yang penuh rasa humor dan sebagainya. Tapi sosok ibu yang seperti itu tak kudapatkan lagi, dan tak kulihat lagi semenjak ayah pergi meninggalkan kami begitu saja. Tak ada riwayat penyakit yang serius, hanya begitu saja Ia meninggalkan kami. Aku mengerti dan aku tau itu sebab mengapa ibu berubah menjadi sosok dingin yang sangat aku benci. Itu semua karena Ibu kehilangan separuh jiwanya. Sosok laki-laki yang melindunginya. Tempatnya berbagi suka dan duka.

Mungkin hanya aku satu-satunya orang yang membenci ibu mereka. Aku benci ibu yang hampir tak punya waktu lagi untuk bersama kami, ibu hanya fokus dengan pekerjaannya. Rasa benci itu aku luapkan dengan perilaku pemberontakan kecil-kecilan. Malas membantu ibu dirumah, malas belajar, malas sekolah, hingga aku malas melihat muka beliau. Memang, aku lah si anak durhaka itu, yang nantinya akan menemani patung malin kundang. Peran utama dari cerita dongeng yang sangat terkenal itu.

Cukup lama aku hidup dengan membenci ibuku, sampai akhirnya kini menjelang masa pensiunnya. Aku baru mengerti bahwa kerja kerasnya selama ini hanya untuk kami. Tak pernah aku melihat ibu menghamburkan uang untuk kesenangan pribadi. Ibu pasti akan lebih mendahulukan kebutuhan kami. Aku baru paham mengapa selama ini ibu menghabiskan waktunya untuk bekerja bukan dengan kami anak-anaknya. Aku kini tau sulitnya menjadi Ibu yang terpaksa mengambil peran sebagai Single Parent. Semua itu dilakukannya bukan hanya untuk menghidupi kami saja, tetapi juga agar kami dapat merasakan manisnya pendidikan hingga jenjang Perguruan Tinggi.


 Berjuta maaf takkan bisa menghapus semua kesalahan yang telah kuperbuat bu. Maaf jika sampai saat ini rasa benci itu masih sering singgah dihati yang kotor ini. Maaf atas segala perbuatan yang membuat luka di hati ibu. Terima kasih yang sebesar-besarnya ku ucapkan padamu ibu Tati Suarni yang selama ini selalu sabar mendidik dan membimbing kami ke jalan yang benar. Ibu, kau berhasil menjadi wanita paling setia didunia ini. Kau sanggup merasakan susahnya menghidupi keluarga tanpa berfikir untuk mencari pendamping. Rasa benci ini sekarang berubah menjadi cinta yang sangat mendalam. Nan jeongmal saranghaeyo eomma.
  
Teringat sebuah kalimat yang sangat menyayat hati. "Jangan sekali-kali melakukan atau mengatakan sesuatu yang bisa melukai hati ibu, karena dengan perkataan ataupun perlakuan itu dapat mengurangi umur ibu kita". Entahlah, aku belum memastikan kalimat itu benar atau tidak. Tapi setidaknya kalimat itu bisa mencegah kita untuk tidak melakukan atau mengatakan hal yang dapat menyakitinya.
Happy Mother's Day Mom <3 :D :*



Friday, 20 December 2013

I Wish . . .


Masa Depan. Satu kata itu bisa bikin orang mikir sampai berhari-hari lamanya bahkan bertahun-tahun. Pasti yang kebayang adalah bagaimana diri kita di masa depan, akan jadi apa kita nanti, dan sebagainya. Aku juga dulu seperti itu, jika ditanyakan mengenai masa depan maka aku akan segera mengambil posisi senyaman mungkin dan mulai lah pikiran ini menari-nari di awang-awang. Tapi tidak jika ada yang menanyakannya padaku saat ini. Aku sudah merancang masa depanku. Walaupun entah bagaimana aku bisa mencapainya, tapi paling tidak aku sudah memiliki impian dan sudah kurancang impian itu. Impianku adalahhhhh *to be continued

#1 A Wedding Organizer

 

Wedding Organizer itu suatu jasa khusus yang tujuannya membantu calon pengantin dan keluarga dalam perencanaan dan supervisi pelaksanaan rangkaian acara pesta pernikahan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Menurut aku pernikahan itu adalah sesuatu yang sakral, yang pada rerata orang itu terjadi hanya satu kali seumur hidup, nahh karena itu aku inginnya sih membuat hal sakral ini menjadi berkesan hingga terkenang sepanjang masa *blushing
Semoga terkabul *Amiiiiiinnn *prayforme

 #2 Employees At Walt Disney


Karyawan di Walt Disney terlebih divisi Taman Hiburannya, lumayan kan bisa liburan gratis. Nanti kalau lagi bosan sama kerjaan atau stress karena terus-terusan dapat deadline dari perusahaan, aku tinggal refreshing ke taman hiburannya dan kalau bisa iseng-iseng coba pakai salah satu kostum badut koleksinya Walt Disney. Selain itu, alasan kenapa aku mau kerja disana adalah gajinya yang bisa nutupin plus beli mulut-mulut orang yang ngeremehin aku dulu *skeptis *hahahahaha

#3 Volunteer in Indonesia


Impian yang selanjutnya adalah ingin jadi relawan yang berbakti dan berguna buat negeriku sendiri.

#4 Succesful Aging








#5 Mati Masuk Surga
 

#6 Nikah Muda

Impian ini dibatalin dehh, karena berhubung nikah muda terlalu banyak resiko yang akan ditanggung, seperti emosi yang masih labil, kesiapan, kemapanan, dan juga kematangan yang belum cukup.


Semoga aja apa yang udah ditulis hari ini bisa terkabul dan bisa terjalani dengan baik jalan yang akan aku lewati itu *Amiiiinnnn
Ini impianku, mana impianmu? ;)


Sunday, 15 December 2013

Our Friendship

Hari ini aku mau cerita banyak tentang sahabat-sahabat aku yang sampai saat ini masih sangat peduli sama aku. Semua berawal ketika Ujian Tengah Semester (UTS) sudah berada didepan mata, adalah kami teman kuliah yang secara tidak sengaja berkumpul untuk belajar bersama. Hari itu kami memulai pembelajaran kami dengan "maskeran". Lalu dilanjutkan dengan makan bakso hingga akhirnya belajar setengah serius. Ujian tengah semester pun akhirnya berlalu dan kami semakin hari semakin dekat, bermacam-macam moment telah kami jalani, dari senang, sedih, marah, ngambekan, super duper sibuk hingga santai bareng. Okay, nggak mau memperpanjang prolog lagi. Nahhh, Here they are!

Nabela Fatia aka bela, cewek manis nan imut kelahiran Langsa, 17 Juli 1993. Si bela ini anaknya baik, pengertian, partner aku yang pertama untuk main games Candy Crush. Dia anaknya nggak "neko-neko", nggak banyak tingkahnya dan lain-lainnya. Dia satu-satunya cewek dalam lingkaran kami yang hubungannya paling harmonis sama namjachingu-nya, mungkin itu kali ya kenapa dia orangnya sepengertian itu ke orang lain. Oyaa, dia juga temen "cursing" aku lohh. Hahaha *sensor*
After all, dia anaknya asyik :)


Rahmi Rizky aka ami aka lakik, buat kalian yang nggak pernah kenal dia jangan ketipu sama wajah manisnya dia, karena sebenarnya dia nggak semanis cewek feminim pada umumnya, tingkat maskulinitas yang dia miliki cukup tinggi untuk ukuran cewek. *hahaha, just kidding mi*
Cewek yang satu ini kelahiran Aceh, 15 September 1992. Nahhh, si ami ini anaknya baik, tapi kadang-kadang nyebelin, sikap dia yang selalu nggak bisa kontrol omongannya kadang-kadang buat orang yang nggak kenal dia luar dalam, omongan tersebut bisa meresap sampai ke hati alias sakit hati. Aku udah kenal dia sebelum kami ketemu lagi di perguruan tinggi, waktu itu ketemu pertama kali waktu bimbingan belajar pas kelas 1 SMP, terus ketemu lagi pas satu SMA dan dikelas 2 SMA sampai tamat kami sekelas. Ami anaknya baik, asyik juga dan seru. Dinamika emosinya dia nggak bisa ketebak, jadi bisa dibilang dia ini anaknya kadang bisa sangat-sangat misterius bin ajaib.



Maghfirah Nur Erfa aka fira, temen seangkatan aku, hihi. Cewek asal BlangPidie (Aceh Barat Daya) kelahiran 16 Februari 1994. Si fira ini anaknya baik, nyenengin, nyebelin dan semacamnya, Kalau kebetulan mood lagi bagus dia anaknya asyik banget bisa diajakin kemana aja, kapan aja dan ngapain aja. Tapi kalau lagi nggak bagus anak ini bisa jadi nyebelin naudzubillah. Tapi, at all dia anaknya baik dan asyik lahhh. Nahh ini cewek kedua dilingkaran kami yang punya hubungan sama laki-laki, tapi pastinya nggak seharmonis bela dan nggak setransparan bela. Dia hobi banget tuh ngumpetin hubungannya dengan si namjachingu ke kami. Kadang-kadang aja cerita dan itu pun cerita yang nggak bagus, misal mau putus, nggak ada rasa lagi dan segala macam tentang itu. *maaf fir terlalu jujur akunya, piisss*


Ria Handita Nasution aka ria aka peyek, cewek ini punya marga tapi jangan salah dia kelahiran Aceh Barat, 17 April 1993. Si ria ini tampil apa adanya, *liat aja tuh fotonya* dia ini anaknya nggak gampang malu, asyik banget diajakin seru-seruan. Dia ini sering banget jadi ikon ketidakberdayaan, karena sering banget kami bully. Ria anaknya baik banget, sangking baiknya dia nggak pernah marah ketika kami bully. Tapi ada kalanya aku dan temen-temen nggak suka sama sikapnya yang sering ngambek kalau mood-nya dia lagi nggak bagus. Selebihnya dia anaknya baik kok, buat siapa pun yang baca ini dan lagi jomblo aku recommended banget si ria ini buat dijadiin gebetan, dijamin nggak bakal nyesel deh. *hahaha, promosi gede-gedean*





And, Finally.....Tadaaaa
Our Friendship Never End *HOPE

Saturday, 14 December 2013

Lampu Kita



Aku ingat pertama kali aku mendengar suaramu. Langit, angin dan juga suara riuh siswa lain di sekolah pada hari itu. Aku tau dengan baik hidupku takkan pernah sama lagi. Meskipun aku banyak kekurangan dan banyak melakukan kesalahan, aku berpikir aku harus menjadi wanita yang lebih baik saat bertemu denganmu.


Tarik nafas dalam-dalam. Setiap hari menjadi sangat spesial setelah aku bertemu denganmu. Orang mengatakan yang sesuatu yang paling hebat itu adalah cinta. Aku tak tau apa artinya itu. Aku berpikir kepercayaan adalah  yang terpenting. Aku sangat bodoh. Aku tidak mempercayaimu sekali, dan akhirnya kita berpisah. Dulu kau tidak mengetahui apa itu cinta. Jadi aku berpikir kepercayaan lebih penting daripada cinta. Tapi sekarang aku tau. Kita tidak mencintai karena percaya, tetapi kita percaya karena mencintai. Jika saja kita lebih saling mencintai, tidak akan ada masalah. Mengapa ? mengapa dulu tak ku sadari ? saat-saat yang kuhabiskan bersamamu sangat berharga. Aku baru sadar itu, sekarang.

Kepercayaan itu seperti bola Kristal yang berwarna bening dan terbuat dari kaca. Indah sekali jika kita mengerti akan makna yang terkandung didalamnya. Tapi jika kita merusaknya sedikit saja, membuat bola Kristal itu memiliki pecahan kecil di atas permukaannya. Maka bersiaplah menunggu bola Kristal itu pecah, hancur berkeping-keping.


Jika aku masih diberi kesempatan untuk memiliki bola Kristal itu lagi. Akan ku jaga dengan baik bola itu. Tak akan lagi aku menyia-nyiakannya. Aku masih ingat dengan lampu kita. Sebuah lampu yang melambangkan hubungan kita. Dia yang membuatnya. Aku masih berharap dia akan kembali membawa lampu itu. Sebuah lampu cinta kita. Hingga akhirnya menyala dengan sangat terang.