Deru angin menggoda sebatang pohon dihadapanku. Meliuk liuk bak penari diatas panggung.
Aku terduduk sendiri diatas tumpukan batu batu yang bersatu dengan tanah. Terdiam menyaksikan mereka saling bergurau.
Hari itu alam sangat bersahabat, terik matahari tak mengganggu aktivitas orang orang disekitarku.
Aku menghirup nafas panjang dan menghela bak melepaskan seluruh sesak penat yang ada dipundak.
Kembali kulihat pohon dan angin yang bersenda penuh canda. Aku teringat dengan diriku yang dulu, ketika beban hidup tak pernah menyapaku.
Ah, ternyata umur ku sudah tak lagi muda. Ucapku entah pada siapa.
Hari ini kutitipkan sesak penat itu padamu. Nanti aku akan kembali untuk mengambilnya lagi dan saat itu aku pasti sudah punya jawaban harus ku apakan sesak penat itu.
No comments:
Post a Comment