Sunday, 11 October 2015

Hadiah yang Tertunda

..Pintu kamar berderit, langkah kaki berat mendekat ke arah ku, saat itu aku sedang tidak diatas tempat tidur melainkan duduk didepan meja belajar. Langkah kaki tersebut semakin mendekat, daaaaaan, boooom sebuah benda empuk dibungkus kertas mendarat tepat didepan kepalaku..
Pagi ini setelah dibangunkan untuk shalat subuh, aku dengan langkah berat menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, kemudian shalat. Setelah selesai shalat dan menyadari hari ini adalah hari minggu aku pun memutuskan untuk kembali tidur, namun mata ini tak kunjung terpejam maka aku pun menghidupkan laptop untuk menonton serial sejarah salah satu nabi idolaku.
Jam menunjukkan pukul 8.30 WIB, diluar kamar suara gaduh sudah terdengar, biasaaaa, hari libur begini abang sudah mengisi spot didepan televisi untuk menonton. Mamak juga tak kalah gaduh lantaran hari ini ada tetangga yang akan melaksanakan akad nikah sehingga makin lengkap saja kegaduhan dirumah. Ya, lengkap sudah, karena sekarang rumah hanya terisi dengan 3 orang saja.
Aku pun memutuskan menyudahi aktivitas “leha-leha” ku. Saat keluar kamar, ku lihat ruang tengah sangat berantakan, aku pun menjelajahi seluruh rumah sebelum akhirnya menyetrika alas meja. Waaaahhh luar biasa berantakan rumah hari ini, dapur yang paling berantakan akibat pertarungan mamak dan kuah plik’ semalam.
Aku memilih menyetrika alas meja terlebih dahulu karena dugaan kuat penyebab ruang tengah amat sangat berantakan adalah karena penghuni meja sudah bertebaran di lantai meminta untuk dikembalikan lagi ketempatnya. Satu persatu kukerjakan hingga selesai dan hingga rumah sudah masuk kategori lumayan rapi dan bersih. Kemudian mamak pun pulang dan duduk di "singgasana"nya. Sembari duduk mamak memintaku untuk mengantarkan sedikit makanan ke asrama si bungsu dan memintaku untuk menemaninya membeli beberapa “kebutuhan sekolah” katanya.
Abang kemudian memotong suruhan mamak dan menawarkan diri untuk melakukannya, dengan syarat aku yang kebagian tugas untuk mengantar makanan kerumah kakak yang tidak jauh dari rumah kami. Haaah, aku lega karena sebetulnya aku masih sangat lelah dengan pekerjaan tadi. Setelah mengantarkan makanan aku langsung pulang dan kembali duduk di meja belajar sambil browsing & streaming dan sambil sesekali membaca jurnal tentunya.
Dua jam kemudian pintu pagar menjerit dan suara motor pun mendekat, ah pasti itu abang pulang. Suara motor hilang berganti dengan suara kunci pintu terbuka dan suara gerakan hilang. Mungkin abang langsung masuk kekamarnya pikir ku. Namun kemudian pintu kamarku berderit, langkah kaki berat mendekat ke arah ku, saat itu aku sedang tidak diatas tempat tidur melainkan duduk didepan meja belajar yang membelakangi pintu. Langkah kaki tersebut semakin mendekat, daaaaaan, boooom~ sebuah benda empuk dibungkus kertas mendarat tepat didepan kepalaku. Ahhh ini hadiah yang tertunda. Pantas saja tadi abang menawarkan diri, ternyata mereka telah merencanakannya. Thankyou sisters-brother XOXO