..Pintu kamar berderit, langkah kaki
berat mendekat ke arah ku, saat itu aku sedang tidak diatas tempat tidur
melainkan duduk didepan meja belajar. Langkah kaki tersebut semakin mendekat,
daaaaaan, boooom sebuah benda empuk dibungkus kertas mendarat tepat didepan
kepalaku..
Pagi
ini setelah dibangunkan untuk shalat subuh, aku dengan langkah berat menuju ke
kamar mandi untuk mengambil air wudhu, kemudian shalat. Setelah selesai shalat
dan menyadari hari ini adalah hari minggu aku pun memutuskan untuk kembali
tidur, namun mata ini tak kunjung terpejam maka aku pun menghidupkan laptop
untuk menonton serial sejarah salah satu nabi idolaku.
Jam
menunjukkan pukul 8.30 WIB, diluar kamar suara gaduh sudah terdengar, biasaaaa,
hari libur begini abang sudah mengisi spot didepan televisi untuk menonton. Mamak
juga tak kalah gaduh lantaran hari ini ada tetangga yang akan melaksanakan akad
nikah sehingga makin lengkap saja kegaduhan dirumah. Ya, lengkap sudah, karena sekarang rumah hanya terisi dengan 3 orang saja.
Aku
pun memutuskan menyudahi aktivitas “leha-leha” ku. Saat keluar kamar, ku lihat
ruang tengah sangat berantakan, aku pun menjelajahi seluruh rumah sebelum
akhirnya menyetrika alas meja. Waaaahhh luar biasa berantakan rumah hari ini, dapur
yang paling berantakan akibat pertarungan mamak dan kuah plik’ semalam.
Aku
memilih menyetrika alas meja terlebih
dahulu karena dugaan kuat penyebab ruang tengah amat sangat berantakan adalah
karena penghuni meja sudah bertebaran di lantai meminta untuk dikembalikan lagi
ketempatnya. Satu persatu kukerjakan hingga selesai dan hingga rumah sudah
masuk kategori lumayan rapi dan bersih. Kemudian mamak pun pulang dan duduk di "singgasana"nya. Sembari duduk mamak memintaku untuk mengantarkan sedikit makanan
ke asrama si bungsu dan memintaku untuk menemaninya membeli beberapa “kebutuhan
sekolah” katanya.
Abang
kemudian memotong suruhan mamak dan menawarkan diri untuk melakukannya, dengan
syarat aku yang kebagian tugas untuk mengantar makanan kerumah kakak yang tidak
jauh dari rumah kami. Haaah, aku lega karena sebetulnya aku masih sangat lelah
dengan pekerjaan tadi. Setelah mengantarkan makanan aku langsung pulang dan
kembali duduk di meja belajar sambil browsing & streaming dan sambil sesekali
membaca jurnal tentunya.
Dua
jam kemudian pintu pagar menjerit dan suara motor pun mendekat, ah pasti itu
abang pulang. Suara motor hilang berganti dengan suara kunci pintu terbuka dan
suara gerakan hilang. Mungkin abang langsung masuk kekamarnya pikir ku. Namun kemudian pintu kamarku berderit, langkah kaki berat mendekat ke arah ku, saat itu aku
sedang tidak diatas tempat tidur melainkan duduk didepan meja belajar yang membelakangi pintu. Langkah kaki
tersebut semakin mendekat, daaaaaan, boooom~ sebuah benda empuk dibungkus
kertas mendarat tepat didepan kepalaku. Ahhh ini hadiah yang tertunda. Pantas saja
tadi abang menawarkan diri, ternyata mereka telah merencanakannya. Thankyou
sisters-brother XOXO